Kamis, 21 Juni 2012

Meraih Perunggu Pada IESO Taiwan 2009

17.37 |

Meraih medali perunggu pada event Lomba Internasional Earth Sains Olimpaiad (IESO) di Taipei Taiwan 14 hingga 21 September 2009 lalu, merupakan anugerah terindah yang tidak terlupakan bagi Fraga Luzmi Fahmi siswa SMAN Madani Palu Sulawesi Tengah. Dia berharap aga remaja lain yang mengikuti jejaknya.

SUKSES yang diraih Fraga dalam IESO di Taipei Taiwan, patut diacungi dua jempol. Alasannya, dalam sejarah prestasi akademik Sulteng selama mengikuti olimpiade sains dan kegiatan lomba akademik lainnya, tak pernah meraih prestasi di tingkat internasional.

Jangankan di tingkat internasional, pada lomba di tingkat nasional, medali yang diraih Sulteng bisa dihitung dengan jari. Satu dari ratusan siswa yang pernah mengikuti lomba, hanya Fraga yang mampu mencapai prestasi terbaik pada tingkat internasional.

Entah seperti apa strategi yang dipersiapkan Fraga selama ini, hingga akhirnya dia berhasil membuktikan kemampuannya dan mengharumkan nama Indonesia dan mengangkat citra pendidikan di Sulteng di mata dunia.
Di balik penampilan yang sederhana, putra pertama dari dua bersaudara pasangan mubaligh-mubalighot Sumuryanto dan Purwaningsih ini, prestasi yang diraihnya sangat membanggakan, karena sejak sekolah di SMPN 1 Palu, Fraga mampu menyelesaikan pendidikannya hanya dua tahun di kelas akselerasi.


Selain itu Fraga juga pernah menjadi yang terbaik pada event OSN sains untuk mata pelajaran lomba kebumian di tingkat provinsi dan meraih medali emas pada mata pelajaran yang sama di tingkat nasional.

Kepada NUANSA Fraga mengatakan, dirinya belum merasa puas dengan prestasi yang dicapai. Menurutnya, tantangan ke depan akan semakin tinggi lagi, apalagi nantinya ketika akan duduk di bangku perguruan tinggi. Fraga berharap, ada remaja lainnya yang mengikuti jejaknya.
“Prestasi yang saya capai ini kan tidak datang dengan sendirinya, banyak perjuangan yang harus saya lalui, tentunya dengan modal keyakinan bahwa saya bisa meraih hasil terbaik. Hanya itu saja yang ada dalam pikiran saya. Sebab tentunya dengan mengikuti lomba, kan tidak hanya sekadar mengukur sampai sejauh mana kemampuan, akan tetapi target yang ingin dicapai juga harus mengikuti,”ujarnya.

Indonesia menurut Fraga, berhasil meraih prestasi dengan perolehan satu perak dan dua perunggu dalam ajang International Earth Science Olympiad (IESO) di Taipei, Taiwan, September 2009 lalu.

Keempat siswa Indonesia yang mewakili Indonesia dalam IESO ke-3 di Taiwan adalah Sarah Sausan (SMAN 3 Malang), Fraga Luzmi Fahmi (SMA Terpadu Madani Palu), Urwatul Wusqa (MAN Insan Cendikia Gorontalo), Tri Mujianto (SMAN 1 Gemolong, Sragen, Jateng).
Mereka terpilih melalui seleksi berjenjang mulai dari tingkat sekolah, kabupaten, provinsi, dan nasional. Sebelumnya para peserta juga telah mengikuti tahapan pembinaan di Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Para pembina yang terlibat dalam pembinaan ini adalah para dosen program studi yang berhubungan dengan ilmu kebumian dari UGM dan ITB, serta peneliti dari LIPI. Materi yang diberikan selama proses pembinaan yakni materi yang telah disesuaikan dengan silabus IESO. Selain dilakukan dalam bentuk perkuliahan dan latihan, pembekalan materi juga dilaksanakan secara langsung di lapangan melalui field trip di beberapa lokasi dan latihan laboratorium.

Lomba Internasional Earth Sains Olimpaiad (IESO) di Taipei Taiwan ini diikuti 17 Negara, diantaranya, Argentina, Kamboja, India, Indonesia, Filipina, Inggris, Thailand, Amerika Serikat, Singapura, Nepal, Srilanka, Jepang, Korea, Perancis, Italia, Ukraina dan tuan rumah Taiwan.

Medali perak berhasil dipersembahkan oleh Sarah Sausan, sedangkan satu perunggu lainnya diraih Urwatul Wusqa. Selain medali, Sarah dan Urwatul turut pula memboyong penghargaan Best Presentation. Sementara Fraga Luzmi Fahmi, meraih penghargaan Best Cooperation.

Rabu, 20 Juni 2012

Smart Family Training

17.36 |

Sabtu 25 Agustus 2007 bertempat di  Jakarta Islamic Centre, telah diselenggarakan Smart Family Training. Ini  merupakan kegiatan kerja sama antara DPD LDII DKI Jaya, MUI DKI Jaya dan Jakarta Islamic Center (JIC). Acara yang diprakarsai DPD LDII DKI Jakarta ini tak kurang 250 orang peserta.

Menurut trainer dari Potensia Consulting, Dra.Psi.Chandra Nursida, tema training ini adalah ‘Komunikasi Efektif, Cara Mudah Membangun Keluarga Sakinah’. Tujuannya untuk lebih memudahkan kita membangun keluarga sakinah. Selain itu, MUI dan JIC melihat bahwa sebagai organisasi yang solid  LDII punya  idealisme mengentaskan ‘kebodohan’ lewat dakwah.  Idealisme inilah yang kemudian ditangkap dan melahirkan gagasan penggalangan dana melalui acara yang diselenggarakan oleh LDII, selanjutnya dana itu akan dipakai untuk kegitan dakwah di wilayah-wilayah minus.

Acara training yang dikemas dengan pola edutaintment ini dibuka oleh  Dr.H.Safii Mufidz, Ketua Bidang Pendidikan JIC dan diawali doa oleh Ketua MUI DKI H.M.Zainudin. dalam training ini dihadirkan pula aktris Hj.Astri Ivo yang dengan lugas membawakan materi.
Dalam sambutannya, H.A.Safii Mufidz mengatakan bahwa JIC merupakan milik semua umat Islam, termasuk LDII. “ Jadi silahkan manfaatkan sebaik-baiknya,” ujar H.Safii Mufidz. Lebih lanjut H.Safii menegaskan,”Saya pernah melakukan penelitian komprehensif  tentang LDII. Jadi apapun kata orang tentang LDII, jalan terus dengan dakwah bil hal-nya. Antara lain dengan training ini dan rencana dakwah di daerah penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) yang tinggal di daerah pekumuhan.”

DR.A.Safii Mufidz menambahkan,”Sewaktu saya mengadakan penelitian, LDII itu ada dimana-mana, termasuk daerah terpencil yang tidak tersentuh ormas-ormas Islam lainnya. Termasuk di pucuk-pucuk gunung. Makanya, kami menggandeng LDII untuk berdakwah di daerah-daerah kumuh.”
Sementara itu Ketua DPD LDII DKI Jaya Ir.H.Teddy S mengatakan bahwa umat tahu ayat ’wa laa taqullahuma uffin’ tentang tidak boleh membantah kepada orang tua, tetapi bagaimana prakteknya? Di training inilah ada jawabannya. ”Ini kejadian bersejarah dimana untuk pertama kalinya LDII DKI Jaya menyelenggarakan training bersama MUI DKI dan Jakarta Islamic Centre,” jelas Teddy.

Ketua SC Training Drs.Sarji Faisal,SH,MPd yang menutup acara dengan doa bersama itu sebelumnya menjelaskan pula bahwa dana hasil training ini akan dimanfaatkan untuk berdakwah di tengah masyarakat, khususnya di daerah pekumuhan. ”Mari kita bersama-sama membina umat, tingkatkan ukhuwah islamiyah diantara kita. Saudara-saudara di daerah kumuh jelas sangat membutuhkan uluran tangan kita, jangan sampai orang lain yang berkeyakinan berbeda yang malah lebih peduli,” ungkap Sarji.

Selasa, 19 Juni 2012

Raih Perak pada Ajang IJSO di Azarbaizan

17.34 |

Perjuangan Rabid Yahya Putradasa di ajang Internasional Junior Science Olympiade (IJSO) di Azarbaizan membuahkan hasil cukup memuaskan. Walau hanya membawa pulang medali perak, namun perjuangan siswa SMPN 1 Malang ini patut diberikan apresiasi luar biasa. “Targetnya memang bisa mempersembahkan emas. Tapi saya sudah berupaya maksimal,” ungkapnya ketika dihubungi Nuansa melalui telepon beberapa waktu lalu.

Siswa berusia tepat 15 tahun pada Februari 2010 lalu ini terpilih mewakili Indonesia dalam ajang internasional. Ia memulai seleksi dari kelas 8 sampai kelas 9 sekarang. Sebuah perjuangan yang amat panjang, karena awalnya ia adalah wakil Malang di ajang Olimpiade Sains Nasional (OSN). Saat sampai pada seleksi di provinsi, bakat Rabid tercium oleh tim Pembina IJSO pusat. Bersama 1452 siswa dari tiap provinsi mengikuti seleksi psikotes dan science.
Awalnya mereka diberi konsep Fisika/sains seperti apa, jika konsep ini sudah dikuasai dengan baik maka persoalan akan menjadi lebih gampang, karena rumus-rumus yang begitu banyak diturunkan dari konsep ini, hingga tak ada masalah dalam pengerjaan.

Pembinaan yang dilakukan dalam IJSO meliputi fisika, kimia, biologi. Mereka dilatih untuk 3 mata pelajaran ini tidak terpisah tetapi digabung, seperti bio-kimia, fisika-kimia. Gabungan-gabungan ini sangat penting. Walaupun untuk anak SMP belum ada pelajaran kimia tetapi kurikulum mensyaratkan ada. Soal yang diberikan pada siswa adalah penyetaraan pelajaran SMA plus Perguruan Tinggi, walau dinilai sulit namun harus begitu untuk bisa menang.
Metode pembelajaran yang diberikan, seperti fisika misalnya, tentang gerak, tidak langsung pada rumus tapi pada pengertian gerak itu apa. Contoh misal, mobil bergerak 25 km/jam, artinya apa kalau 10 jam? Jadi tanpa pakai rumus pun kita bisa pakai nalar, rumus akan keluar dengan sendirinya.

Diharapkan dengan adanya IJSO, bisa mendorong secara umum pendidikan Indonesia. Dengan adanya kompetisi sekolah disiapkan, mereka yang malas-malas jadi mau belajar. Nilai fisika mereka yang biasanya 6 jadi 8. Demam fisika di SMA-SMA belakangan ini mulai terasa dibandingkan 10 tahun yang lalu ketika belum ada kompetisi.

Untuk mengikuti ajang IJSO 6 di di Azarbaizan, dari Jawa Timur ada enam terbaik yang terpilih untuk pembinaan di Jakarta. Total ada 45 siswa SMP se Indonesia yang disiapkan menjadi tim delegasi IJSO. Melalui beberapa kali penyaringan, akhirnya hanya dipilih enam orang yang dibina intensif sebagai tim wakil Indonesia.

Peraih perunggu dari Indonesia hanya satu orang, yaitu Elza Firdiana Shofia dari SMPN 5 Batusangkar, sementara lainnya membawa pulang perak. Diantaranya Dewi Suryana dari SMP Immanuel Pontianak Kalimantan Barat, Ivan Kurniawan dari SMP Susteran Purwokerto Jawa Tengah, Pratiwi Indah Sayekti dari SMPN 1 Baturetno Wonogiri, dan Maria Fransiska Pudjohartono dari SMPN 5 Jogja.

Putra pasangan Dandung Sudjatmiko (sekretaris PC LDII Blimbing, Kota Malang) dan Chomsatun ini mengaku bangga bisa mengikuti ajang IJSO. Karena ia bisa bertemu langsung dengan anak-anak pandai dari seluruh dunia. Tercatat ada 57 negara dan 258 peserta yang ikut dalam ajang tersebut. “Baru pertama kali saya mengikuti ajang internasional, dan senang juga karena bisa kenalan dengan orang-orang paling pintar di dunia,” paparnya.

Dalam ajang tersebut medali emas diraih perwakilan dari Rusia. Diakuinya, ada beberapa kendala dalam menyelesaikan soal-soal science berbahasa Inggris itu. Ujian terdiri dari uji teori, dan pilihan jawaban. Pada tes kompetensi teori, masing-masing orang harus menjawab soal dengan perhitungan yang jelas. Karena perhitungan inilah yang dinilai dan mendapatkan poin tinggi. Lalu ada pula soal eksperimen yang harus dikerjakan tim. Dari Indonesia enam wakilnya dibagi menjadi dua tim.

Selama di Azerbaijan, ia dan peserta yang lain juga diajak berwisata. Diantaranya ke Kastil tua, namanya kicik gala, keliling kota baku dan Gobustan yaitu tempat yang banyak terdapat batu berrelief.

Menurutnya, Azerbaijan terutama Kota Baku adalah kota yang antik dan megah, banyak objek bersejarah dan sangat terawat. Kotanya sangat indah, walau menegaskan sejarah kota tapi juga modern.

Azerbaijan adalah sebuah negara di Kaukasus di persimpangan Eropa dan Asia Barat Daya. Ia berbatasan dengan Rusia di sebelah utara, Georgia dan Armenia di barat, dan Iran di selatan. Republik Otonomi Nakhichevan (sebuah eksklave milik Azerbaijan) berbatasan dengan Armenia di sebelah utara, Iran di selatan, dan Turki di barat.

Azerbaijan adalah negara sekuler dan telah menjadi anggota dari Dewan Eropa sejak 2001. Mayoritas populasi adalah Muslim Syiah dan turunan Turki barat, dikenal sebagai Azerbaijani, atau singkatnya Azeri. Negara ini resminya demokrasi, namun dengan peraturan otoritas kuat.
Sejarah awal penduduk daerah yang kini dikenal sebagai Azerbaijan ialah bangsa Albania Kaukasia, bangsa penutur bahasa-bahasa Kaukasus yang muncul di daerah ini sebelum rombongan besar orang yang akhirnya menyerang Kaukasus. Secara historis Azerbaijan telah dilindungi berbagai bangsa, termasuk bangsa Persia, Yunani, Romawi, Armenia, Arab, Turki, Mongol dan Rusia.

Kerajaan pertama yang muncul di Republik Azerbaijan masa kini ialah Mannae pada abad ke-9 M, berlangsung hingga 616 SM saat menjadi bagian Kekaisaran Media, yang kemudian menjadi bagian Kekaisaran Persia pada 549 M. Satrapi Atropatene dan Albania Kaukasia didirikan pada abad ke-4 SM dan termasuk kurang lebih wilayah negara kebangsaan Azerbaijan dan bagian selatan Dagestan  masa kini.

Islam tersebar cepat di Azerbaijan menyusul futuhat pada abad ke-7–8. Setelah kekuasaan Kekhalifahan Arab menyusut, beberapa negara semi-merdeka telah terbentuk, kesultanan Shirvanshah menjadi salah satu darinya. Pada abad ke-11, Turki Seljuk yang menaklukkan menjadi kekuatan dominan di Azerbaijan dan meletakkan dasar etnis Azerbaijani masa kini. Pada abad ke-13-14, negeri ini diserang bangsa Mongol-Tatar.

Senin, 18 Juni 2012

Menggenggam Keimanan di negeri Sakura

17.33 |

Bukanlah mimpi bisa menimba pengalaman di Negeri Sakura, Jepang. Awalnya adalah adanya program kerjasama peningkatan kualitas sumber daya manusia antara Indonesia dan Jepang, seperti pelatihan ketenagakerjaan di berbagai perusahaan di Jepang, yang tentu saja peluang tersebut tidak kami sia-siakan. Alhamdulillah, dengan seizin Allah kami dapat melewati serangkaian seleksi yang ketat dan kini kami bisa berada di negeri ini untuk menuntut ilmu.

BUDAYA masyarakat Jepang mencirikan budaya ketimuran dan negara maju. Dalam berkomunikasi perlu memperhatikan penggunaan kekromoinggilan bahasa kepada siapa kita berbicara. Di tempat kerja atau sekolah, yang muda atau yunior (kohai) sangat menghormati yang lebih tua atau senior (senpai). Kebersamaan, kekompakkan dan kerjasama tim sangat ditekankan. Biasanya dengan saling memberi semangat dengan ucapan ganbatte kudasai atau dengan berkumpul makan dan minum bersama (nomikai).

Ketat (kibishi) dalam menepati waktu, menunjukkan kinerja, dan mentaati peraturan adalah keseharian yang harus dipraktekkan. Walaupun status kami sebagai anak didik (kenshusei) di perusahaan, mereka memperlakukan seperti halnya pegawai untuk menghasilkan kinerja yang diinginkan. Di sisi lain, kehidupan mereka individual, beraktivitas dengan kemauannya sendiri tanpa mengganggu orang lain, terlebih terkait materi mereka sangat kibishi. Apabila seorang bos mengajak makan bersama bawahannya, bukan berarti dia akan mentraktir, tetapi uang perlu disiapkan karena biasanya bayar sendiri-sendiri.
Sebagian besar masyarakat Jepang tidak beragama. Shinto dan Buddha hanya dipraktekkan dalam budaya seperti adab dan perkawinan saja. Di luar dugaan, mereka ternyata sangat menghargai sekali kepada orang yang melaksanakan agama. Walaupun dalam suasana sibuk dan waktu yang ketat di tempat kerja, misalnya, meminta izin untuk melaksanakan shalat diperkenankan.
Kenshusei ditempatkan tersebar di seluruh Jepang. Ada yang ditempatkan di kota besar, kota kecil, di atas gunung atau bahkan di sebuah pulau kecil. Kerinduan untuk berkumpul bersama muslim Indonesia mendorong kami untuk membentuk paguyuban orang Indonesia (Indonesia Kenshusei Kai) dengan tujuan untuk saling memperkuat keimanan  dan mempererat silaturrohim.
Teringat semboyan ”di belahan bumi manapun kita berada, dalam waktu kapanpun, dan dengan kondisi bagaimanapun keadaannya, harus memegang teguh agama Islam dan menggengam keimanan dengan sekuat tenaga”. Mulailah kami membuat jejaring sesama kenshusei, terbentuklah city cluster (kelompok) dimana aktivitas dilakukan di suatu kota bagi para kensushei yang tinggal di sekitar kota tersebut. Alhamdulillah, ketertarikan untuk saling nasehat-menasehati dalam kebajikan membuat city cluster berkembang antara lain Tokyo, Hamamatsu, Osaka, Toyota, Mie, Hiroshima dan Fukuoka. Berbagai latar belakang seperti pegawai, mahasiswa, santri, mubaligh yang berasal dari berbagai tempat di tanah air turut mewarnai kegiatan kami.

Bagi yang baru datang di Jepang bisa memanfaatkan forum silaturrohim ini untuk mengetahui tips and tricks bersosialisasi ditengah-tengah masyarakat Jepang, termasuk juga memilih makanan. Perihal makanan, kita diperintahkan oleh Allah untuk memakan makanan yang halal dan baik (halalan thayiban). Mendapatkan makanan yang baik di Jepang tidaklah sulit, tetapi mendapatkan makanan yang halal perlu berhati-hati.

Untuk produk makanan jadi, kita perlu mengetahui jenis kandungan makanan yang ditulis dalam kanji. Misalnya, mengetahui kandungan makanan yang tidak halal seperti daging babi ( ), minuman beralkohol sake ( ), dan bumbu masak beralkohol mirin ( ). Juga kita perlu mengetahui kandungan makanan yang meragukan, karena unsur penyusun bahan tersebut mungkin tidak tertera dengan lengkap seperti emulsifier ( ), gelatin ( ), shortening ( ) yang bisa dibuat dari unsur tumbuhan atau hewan yang tidak halal.

Dengan berselancar di Internet bisa diperoleh informasi produk makanan halal dan haram dari berbagai situs Islamic Center ataupun blog. Sudah tentu memasak makanan sendiri lebih menjamin kehalalan, disamping itu bisa memangkas biaya hidup agar lebih hemat.

Mengkaji Al Quran dan Al Hadits adalah menu utama di setiap pertemuan silaturrohim. Dengan nuansa yang agak berbeda dengan di tanah air, kegiatan rutin ini hanya bisa dilaksanakan sekali dalam dua minggu mengingat jarak, waktu, dan biaya menjadi tantangan. Bagi yang tinggal di pelosok biasanya menggunakan jasa kereta. Bagi yang tinggal di pulau harus naik Ferry dilanjutkan dengan naik kereta. Kadang-kadang karena waktu mendesak, ada pula yang harus naik kereta ekspres Shinkansen (kecepatan 300 km/jam) untuk mendatangi pengajian. Menempuh perjalanan 3 – 4 jam untuk mencapai lokasi pertemuan tidaklah menyurutkan niat mencari ilmu agama dan mempererat silaturrohim.

Liburan panjang memang selalu dinantikan untuk menghilangkan kepenatan pekerjaan. Biasanya kami mengisi liburan dengan acara pengajian semalam suntuk dan melanjutkannya dengan acara kerukunan seperti tour atau anjang sana ke para sahabat di kota lain. Kegiatan ini dilaksanakan tiga kali dalam setahun. Biasanya di liburan musim semi (Golden Week), liburan musim panas, dan liburan musim dingin, dimana masing-masing berdurasi kurang lebih satu minggu.

Di liburan musim dingin beberapa waktu silam, seorang ustadz H. E. Rudzikyani, S.Sos. dari negeri Kanguru berkesempatan mengunjungi negeri Sakura. Tanpa harus membuang peluang emas, kami mengundang beliau datang dari satu kota ke kota lain untuk memberikan siraman rohani, meng-upgrade keimanan dan menimba ilmu dari beliau.

Pengajian muda-mudi diagendakan setiap minggu malam melalui on-line messenger. Bagi yang tidak memiliki perangkat komputer, untuk mengikuti acara-acara pengajian bisa menggunakan telepon gratis yang disediakan salah satu jasa telepon operator di Jepang. Disamping itu, kami pun bisa mengikuti siaran dakwah dan kajian Al Qur’an dan Al Hadits secara on-line yang dipancarkan oleh beberapa stasiun radio dan pondok pesantren di Indonesia.

Membuat blog pun tidak ketinggalan kami lakukan untuk memberikan informasi yang bermanfaat, mengembangkan kemampuan menulis ataupun untuk sekedar menampung uneg-uneg (aspirasi) yang ada. Mungkin ada saudara-saudara kita yang akan mengunjungi Jepang dan memerlukan informasi penting bisa mengunjungi blog di http://sakura-mbah-man.blogspot.com, mengirim surat elektronik (e-mail) ke sakurambahman@yahoo.com ataupun menghubungi melalui telepon +81-80-3671-8666.

Membawa Indonesia ke Kancah Dunia

17.32 |

Namanya berkibar sebagai oralis terbaik ketika masih duduk sebagai mahasiswa jurusan hokum UI. Raihan peringkat ketiga di kompetisi tingkat internasional Philip C Jessup International Law Moot Court Competition tahun 2008 menjadi capaian yang berkesan bagi gadis bernama Rivana Mezaya ini.

Namanya berkibar sebagai oralis terbaik ketika masih sebagai mahasiswa jurusan hukum Universitas Indonesia. Raihan peringkat ketiga dalam Top 100 World's Best Speaker dalam Jessup International Law Moot Competition di Washington DC, Amerika Serikat, tahun 2008, menjadi capaian yang berkesan bagi gadis bernama Rivana Mezaya ini.

Kepada Edy NUANSA, Meza —demikian biasa dipanggil— mengatakan bahwa ini merupakan lomba pengadilan semu terbesar di dunia, di mana lebih dari 80 negara berpartisipasi. Peserta bertindak sebagai pengacara dari suatu negara yang sedang bersengketa di Mahkamah International (seperti Malaysia dan Indonesia di kasus Sipadan Ligitan). “Kami beradu argumentasi hukum sambil menjawab berbagai pertanyaan dari juri yang terdiri dari akademi, pengacara, hakim, dan praktisi hukum internasional dari berbagai Negara,” paparnya.Tidak itu saja prestasi yang diraih putri pertama pasangan Irvan Jusuf dan Chandra Nursida ini. Selama kuliah di Fakultas Hukum UI, dia sudah aktif mengikuti berbagai kegiatan yang menghasilkan beberapa penghargaan, misalnya Juara I International Maritime Law Arbitration Moot Competition di Melbourne, Australia. Kemudian memperoleh peringkat Best Speaker tingkat Nasional dalam Jessup International Law Moot Competition di Jakarta, Indonesia.

Lulusan Terbaik Fakultas Hukum Universitas Indonesia angkatan 2005 ini juga meraih gelar sebagai Best Delegate dalam Konferensi Asian Law Student's Association di Bangkok, Thailand. Dan yang terakhir menjadi perwakilan Indonesia untuk 9th Hitachi Young Leaders' Initiative.

Atas prestasinya ini, dalam berbagai kesempatan Meza sering memotivasi para mahasiswa untuk tetap percaya diri membawa nama Indonesia di ajang kompetisi internasional. Karena ia pun yakin, orang Indonesia sebenarnya pintar-pintar dan tidak kalah dibanding negara lain.

“Sebenarnya kita tidak kalah, justru sebenarnya lebih pintar, buktinya kita bisa belajar banyak mata pelajaran dalam satu hari,” ujarnya optimistis.

Soal bicara cas cis cus dalam bahasa Inggris, sudah tidak diragukan lagi. Jebolan program AFS tahun 2003 ini pernah mengecap pendidikan di Amerika selama satu tahun. Atas pengalamannya itu, kini dia aktif sebagai sukarelawan di Yayasan Bina Antarbudaya, suatu yayasan yang bergerak di bidang intercultural understanding atau pengertian antar budaya. Yayasan ini merupakan partner program pertukaran pelajar yang terbesar di dunia, yakni AFS Intercultural Program.

“Saya dulu ketika SMA dikirim sebagai siswa AFS ke Amerika Serikat untuk hidup di dalam keluarga dan masyarakat selama 11 bulan dalam rangka menjembatani perbedaan dan menciptakan pengertian antar budaya, terutama sebagai individu dengan nilai-nilai Timur dan Islam, dengan individu-individu lainnya di sana yang barat dan non muslim,” katanya.

Pilihan masuk hukum sudah diminatinya saat studi di AS, karena ia melihat belum ada pengacara internasional asal Indonesia. Baginya, ketika belajar ilmu hukum dia menemukan betapa menariknya posisi hukum dalam interaksi masyarakat.

Hukum adalah sesuatu yang merancang, menjaga, dan memberi solusi bagi fenomena dalam masyarakat. Sesuatu yang selalu ada dalam hampir seluruh sendi kehidupan yang memiliki interaksi. Seperti dalam agama, hukum ditentukan untuk mengatur hubungan dengan Tuhan, dan juga sesama manusia. “Atas dasar ketertarikan ini, saya merasa memenuhi potensi saya untuk turut merancang, menjaga, dan memberi solusi bagi kejadian-kejadian dan kepentingan-kepentingan dalam masyarakat.”

Ketika ditanya soal falsafah hidup, gadis energik yang dulu pernah bercita-cita menjadi Ketua DPR dan Sekjen PBB ini menjawab, “Be the change you wish to see in the world (Gandhi). Selain itu, saya sangat percaya dan banyak bergantung pada kekuatan doa dan sholat hajat. Karena dengan Allah ada di pihak kita, kita pasti tertolong.” Setuju…!